" Tak Pernah Berlalu "
Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?
" Rindu "
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
"" Letih ""
Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir
Ku mencoba tuk s’lalu ada
Saat kau menangisi duka
Atau saat berbagi tawa
Senantiasa
Tak pernah cukup mudah
Namun hasrat membuatku bisa
Tentangmu adalah asa
Senantiasa
Kuhindari menorehkan luka
Membuatmu s’lalu bahagia
Kemarin, kini dan sepanjang masa
""Suratan Takdir ""
Kesukaran melafazkan
Pengucapan perpisahan
Kepada yang tercinta
Tapi terpaksa ku lakukan
Keranaku tidak mahu
Terus berpura-pura
Usahlah ku disalahkan
Terjadinya perpisahan ini
Itu suratan takdir
Tak terlintas di hati ini
Untuk aku jatuh cinta lagi
Tapi takdir yang menentukan
Memang pernah ku berjanji
Kau yang pertama dan terakhir
Tp Q Tak sanggupBila harus Menunggu Tanpa Ada
Kata " Kepastian Darimu "
My near you
Comply with all inginmu
And the arrival of your time
'Tuk give answers
I think it's you
Just friends
Bring me into your dreams
I do not 'you right kecewakan
Although it all
Limited only dream
Make me your lover your heart
I want you
Really feel
My love
Has a variety of ways
'Tuk get your heart
Still you ...
"" Tak Sempurna ""
Memang aku takkan bisa
Untuk jadi sepertinya
Tapi aku mungkin bisa
Jadi yang terbaik untukmu
Cinta dalamnya cintaku
Sedalam tulus hatiku
Untukku mampu memberi
Cinta yang sepenuh hatiku
Cinta ku setinggi langit
Luas seluas samudera
Karna ku benar-benar jatuh cinta
Jangan kau ragukan sayang
Aku telah siap untuk kau uji Demi kamu aku rela mati
Tak perlu ucapkan sepatah kata
Kerana lantang terbaca dari muka
Kau dan aku sudah tiada keserasian di jiwa
Mungkin magisnya sudah hilang
Tak perlulah kita mencuba lagi
Betulkan kesilapan perhubungan ini
Bila setiap perbincangan menjadi perbalahanManakah agaknya cinta kasih?
Embun pun takkan mampu menyubur sekuntumBunga yang layu pada musim luruhYang dulunya mekar disinar suriaBila sudah kering pasti akan gugur
Seperti cinta kita yang jelas ternyataSemakin lama semakin rekahMenimbulkan tanya apa mungkin kitaTemu kebahagiaan dalam perpisahan
Tiap titis airmata kau tangiskanKu dah cukup menampung selautanBegitu lama ku pendam tapi hanya berdiamKerana cuba menafi realiti
Embun pun takkan mampu menyubur sekuntumBunga yang layu pada musim luruhYang dulunya mekar disinar suriaBila sudah kering pasti akan gugur
Seperti cinta kita yang jelas ternyataSemakin lama semakin rekahMenimbulkan tanya apa mungkin kitaTemu kebahagiaan dalam perpisahan

Memang aku takkan bisa
Untuk jadi sepertinya
Tapi aku mungkin bisa
Jadi yang terbaik untukmu
Cinta dalamnya cintaku
Sedalam tulus hatiku
Untukku mampu memberi
Cinta yang sepenuh hatiku
Cinta ku setinggi langit
Luas seluas samudera
Karna ku benar-benar jatuh cinta
Jangan kau ragukan sayang
Aku telah siap untuk kau uji Demi kamu aku rela mati
Tak perlu ucapkan sepatah kata
Kerana lantang terbaca dari muka
Kau dan aku sudah tiada keserasian di jiwa
Mungkin magisnya sudah hilang
Tak perlulah kita mencuba lagi
Betulkan kesilapan perhubungan ini
Bila setiap perbincangan menjadi perbalahanManakah agaknya cinta kasih?
Embun pun takkan mampu menyubur sekuntumBunga yang layu pada musim luruhYang dulunya mekar disinar suriaBila sudah kering pasti akan gugur
Seperti cinta kita yang jelas ternyataSemakin lama semakin rekahMenimbulkan tanya apa mungkin kitaTemu kebahagiaan dalam perpisahan
Tiap titis airmata kau tangiskanKu dah cukup menampung selautanBegitu lama ku pendam tapi hanya berdiamKerana cuba menafi realiti
Embun pun takkan mampu menyubur sekuntumBunga yang layu pada musim luruhYang dulunya mekar disinar suriaBila sudah kering pasti akan gugur
Seperti cinta kita yang jelas ternyataSemakin lama semakin rekahMenimbulkan tanya apa mungkin kitaTemu kebahagiaan dalam perpisahan
" Telah Kuberikan "
oleh D' Satra Miciko pada 20 Agustus 2010 jam 13:39
Andaikan dulu..
Kutak pernah mencitaimu
Mungkin semua kan berbeda
Takkan pernah terjadi kisah kita
Andaikan dulu..
Kau tak pernah mencintaiku
Mungkin semua kan berbeda
Takkan pernah kurasakan duka
Kubiarkan semua
Yang telah terjadi..biarlah
Kusadari semua
Bahwa memang cintamu
Bukan.. untuku..
Reff.
Tlah kuberikan cintaku
Tlah kuberikan sayangku
Namun nyatanya kau
Tak pernah bisa...
Menerima...
Andaikan dulu..
Kau tak pernah menciantaiku
Mungkin semua kan berbeda
Takkan pernah kurasakan duka
Kubiarkan semua
Yang telah terjadi..biarlah
Kusadari semua
Bahwa memang cintamu
Bukan.. untuku..
Kembali ke Reff.
Kutak pernah mencitaimu
Mungkin semua kan berbeda
Takkan pernah terjadi kisah kita
Andaikan dulu..
Kau tak pernah mencintaiku
Mungkin semua kan berbeda
Takkan pernah kurasakan duka
Kubiarkan semua
Yang telah terjadi..biarlah
Kusadari semua
Bahwa memang cintamu
Bukan.. untuku..
Reff.
Tlah kuberikan cintaku
Tlah kuberikan sayangku
Namun nyatanya kau
Tak pernah bisa...
Menerima...
Andaikan dulu..
Kau tak pernah menciantaiku
Mungkin semua kan berbeda
Takkan pernah kurasakan duka
Kubiarkan semua
Yang telah terjadi..biarlah
Kusadari semua
Bahwa memang cintamu
Bukan.. untuku..
Kembali ke Reff.
Batu Karang
oleh D' Satra Miciko pada 20 Agustus 2010 jam 13:38
Aku tulis sajak iniuntuk menghibur hatimuSementara kau kenangkan encokmukenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kitayang hampir rampungdan dengan lega akan kita lunaskan.
Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kitaKerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.Suka duka kita bukanlah istimewakerna setiap orang mengalaminya.
Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduhHidup adalah untuk mengolah hidupbekerja membalik tanahmemasuki rahasia langit dan samodra,
serta mencipta dan mengukir dunia.
Kita menyandang tugas,kerna tugas adalah tugas.Bukannya demi sorga atau neraka.
Tetapi demi kehormatan seorang manusia.
Kerna sesungguhnyalah kita bukan debumeski kita telah reyot, tua renta dan kelabu.Kita adalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita.
Tolehlah lagi ke belakangke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya.
Ku Cari Jalan Terbaik
oleh D' Satra Miciko pada 19 Agustus 2010 jam 16:42
Sepanjang kita masih terus begini
Takkan pernah ada damai bersenandung
Kemesraan antara kita berdua
Sesungguhnya keterpaksaan saja
Senyum dan tawa hanya sekedar saja
Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara
Berawal dari manisnya kasih sayang
Terlanjur kita hanyut dan terbuang
Kucoba bertahan mendampingi dirimu
Walau kadangkala tak seiring ceria
Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
Agar tiada penyesalan dan air mata

Takkan pernah ada damai bersenandung
Kemesraan antara kita berdua
Sesungguhnya keterpaksaan saja
Senyum dan tawa hanya sekedar saja
Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara
Berawal dari manisnya kasih sayang
Terlanjur kita hanyut dan terbuang
Kucoba bertahan mendampingi dirimu
Walau kadangkala tak seiring ceria
Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
Agar tiada penyesalan dan air mata
" Bertahan Dlm Kerapuhan "
oleh D' Satra Miciko pada 20 Agustus 2010 jam 13:41
Aku sudah tak bisa menangis...
karena sudah tak ada air mata lagi...
aku sudah tak bisa berdoa...
karena sudah tak ada kata lagi...
aku sudah tak bisa berusaha...
karena sudah tak ada kekuatan lagi...
kenapa kamu masih belum mengerti...
apa arti dirimu untukku...
kenapa kamu masih belum sadar...
apa arti hadirmu untukku...
kenapa kamu masih belum melihat...
apa arti KAMU untukku....
bisakah kamu sadar ?? mengerti?? melihat??
apalagi merasa??...
memang aku hanya org biasa...
memang aku hanya jadi teman biasa untukmu..
tapi cobalah sadar, mengerti, lihat, dan rasakan...
apa arti KAMU bagiku...
sudah lah....
aku tak kuat lagi...
maafkan aku kalau aku membisu...
bukan karena aku lelah...
bukan karena santunku hilang...
tapi memang...
hati ini sudah tak mengerti hadirmu...
hati ini sudah mencapai batas untuk terus maju...
hati ini sudah tak bisa lagi menjadi yang terbaik bagimu...
tapi ya biarlah yang berlalu, berlalu...
dan aku akan selalu menunggu di sini dalam kesunyian...
kembali menatapi apa yang harus ku cari...
dan memang ada yang lebih baik untukmu....
Janganlah kau menengadahkankepalamu ke atas
Serta memejamkan matamu untuk berangan-angan
Demi mengharapkan sesuatu yang tak pasti.
Tetapi lihatlah ke bawah.......,
Alangkah tajamnya kerikil-kerikil yang ada di bawah kakimu
Sedangkan di depanmu telah menanti setumpuk harapan.....
Kenapa tidak kau langkahkan kakimu dan kau singkirkan kerikil-kerikil itu.....?
Belajarlah berdiri...,
Aku tahu kalau lutut dan betismu masih lemah untuk berdiri.
Kenapa tidak kau panggil ayahmu, ibumu dan saudaramu
Untuk memimpin engkau berlatih berdiri.
Sungguh butanya engkau, coba lihatlah ke depan,
Yang lainnya telah bisa berdiri dan malahan ia ingin berlari,
Sedangkan kau hanya bisa diam dan duduk terpaku dan kaku...
Apakah kau diciptakan ke dunia ini hanya untuk menerima dan terus menerima...?
Kapankah kau akan memberi...?
Dan akan sampai kapan kau akan terus begini...?
Tanpa ada sesuatu yang bermakna...?'
karena sudah tak ada air mata lagi...
aku sudah tak bisa berdoa...
karena sudah tak ada kata lagi...
aku sudah tak bisa berusaha...
karena sudah tak ada kekuatan lagi...
kenapa kamu masih belum mengerti...
apa arti dirimu untukku...
kenapa kamu masih belum sadar...
apa arti hadirmu untukku...
kenapa kamu masih belum melihat...
apa arti KAMU untukku....
bisakah kamu sadar ?? mengerti?? melihat??
apalagi merasa??...
memang aku hanya org biasa...
memang aku hanya jadi teman biasa untukmu..
tapi cobalah sadar, mengerti, lihat, dan rasakan...
apa arti KAMU bagiku...
sudah lah....
aku tak kuat lagi...
maafkan aku kalau aku membisu...
bukan karena aku lelah...
bukan karena santunku hilang...
tapi memang...
hati ini sudah tak mengerti hadirmu...
hati ini sudah mencapai batas untuk terus maju...
hati ini sudah tak bisa lagi menjadi yang terbaik bagimu...
tapi ya biarlah yang berlalu, berlalu...
dan aku akan selalu menunggu di sini dalam kesunyian...
kembali menatapi apa yang harus ku cari...
dan memang ada yang lebih baik untukmu....
" Semua Tentang Kita "
oleh D' Satra Miciko pada 14 Oktober 2010 jam 15:15
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa
Aku manusia yang punya perasaan
Yang ingin disayangi dan menyayangi
Mau kah kau cuba tuk mengerti
Akan kisah hidupku yang sebenar2 nya…
Apalah erti sebuah kata cinta?
Kalau hnya melihat yg baik2 saja
Tolong lah kau dan jawab lah aku???
Sggp kah kau menerima ku seperti ini
Jangan sakiti hati ku lagi
Jangan sakiti diriku lagi
Jangan sakiti aku…
Membuat aku makin terseksa….
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa
Nothing.........!!!!!!!!!!!!!!!
oleh D' Satra Miciko pada 13 Oktober 2010 jam 0:09
Yang ingin disayangi dan menyayangi
Mau kah kau cuba tuk mengerti
Akan kisah hidupku yang sebenar2 nya…
Apalah erti sebuah kata cinta?
Kalau hnya melihat yg baik2 saja
Tolong lah kau dan jawab lah aku???
Sggp kah kau menerima ku seperti ini
Jangan sakiti hati ku lagi
Jangan sakiti diriku lagi
Jangan sakiti aku…
Membuat aku makin terseksa….
Keluhan Hati Q
oleh D' Satra Miciko pada 13 Oktober 2010 jam 0:09
Serta memejamkan matamu untuk berangan-angan
Demi mengharapkan sesuatu yang tak pasti.
Tetapi lihatlah ke bawah.......,
Alangkah tajamnya kerikil-kerikil yang ada di bawah kakimu
Sedangkan di depanmu telah menanti setumpuk harapan.....
Kenapa tidak kau langkahkan kakimu dan kau singkirkan kerikil-kerikil itu.....?
Belajarlah berdiri...,
Aku tahu kalau lutut dan betismu masih lemah untuk berdiri.
Kenapa tidak kau panggil ayahmu, ibumu dan saudaramu
Untuk memimpin engkau berlatih berdiri.
Sungguh butanya engkau, coba lihatlah ke depan,
Yang lainnya telah bisa berdiri dan malahan ia ingin berlari,
Sedangkan kau hanya bisa diam dan duduk terpaku dan kaku...
Apakah kau diciptakan ke dunia ini hanya untuk menerima dan terus menerima...?
Kapankah kau akan memberi...?
Dan akan sampai kapan kau akan terus begini...?
Tanpa ada sesuatu yang bermakna...?'
Q Memang Tak Sempurna
oleh D' Satra Miciko pada 13 Oktober 2010 jam 0:10
Ku memang tak seperti mentari
Yang begitu terang dan menyinari
Tapi ku punya lubuk hati
Yang sanggup tuk mencintai
Ku memang tak seperti rembulan
Menerangi malam dengan sinarnya
Tapi ku punya perasaan
Tuk bisa ungkapkan cinta
Ke memang tak seperti bintang
Menghiasi gelapnya malam
Ku memang tek sempurna
Karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya
Tapi ku punya secercah harapan kan bisa berguna bagi semua insan
Menerangi mereka dengan cinta Menghiasi alam dengan rasa

Yang begitu terang dan menyinari
Tapi ku punya lubuk hati
Yang sanggup tuk mencintai
Ku memang tak seperti rembulan
Menerangi malam dengan sinarnya
Tapi ku punya perasaan
Tuk bisa ungkapkan cinta
Ke memang tak seperti bintang
Menghiasi gelapnya malam
Ku memang tek sempurna
Karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya
Tapi ku punya secercah harapan kan bisa berguna bagi semua insan
Menerangi mereka dengan cinta Menghiasi alam dengan rasa
" Tear "
oleh D' Satra Miciko pada 05 September 2010 jam 20:39
Full Simpum digundahku
Interpret silence resahku
Summon rain pattering riuhku
I frozeIn the night prostrate false
Looked at clouds that greet
Shout tears for the sake of boasting
That seemed to sweep damaiku
You come and go
I care about digitizing
This teardrop pierced heart
I plead only one
But widespread expectations
By a speck of loveAnd a miss
Shout out day by emotion

Interpret silence resahku
Summon rain pattering riuhku
I frozeIn the night prostrate false
Looked at clouds that greet
Shout tears for the sake of boasting
That seemed to sweep damaiku
You come and go
I care about digitizing
This teardrop pierced heart
I plead only one
But widespread expectations
By a speck of loveAnd a miss
Shout out day by emotion

Tidak ada komentar:
Posting Komentar